30 Juni 2005

Pengalaman seorang teman meraih CNAP

Nama : Marah sakti Lubis

Date: Tue, 28 Jun 2005 03:42:48 -0000
From: "budi_danny" <Budi_danny@xxxxxx.com>
Subject: Hanya sekedar info

Sebenarnya saya lulusan Binus yang agak kesulitan mencari kerja.
Dalam beberapa wawancara, terus terang apalagi ip saya cuman 2.88.
Agak lumayan sedikit sulit.

Trus ada beberapa teman yang mengajurkan untuk ambil CNAP di Binus
Center. Setelah saya melihat CNAP di Binus ternyata perlu waktu
sekitar 11-12 bulan. Karena daftar bulan maret 2005- lulus bulan
februari 2006.

Terus terang waktunya cukup lumayan sedikit lama. Tapi mungkin CNAP
lebih ke soal PR. Ada bikin proyek, Bikin Solusi, dan soal-soal lain
yang harus dikerjakan setiap minggunya. Persis seperti kuliah.

Tentu saya tidak mau membuang waktu 1 tahun, seminggu 2 sampai 4 kali
pertemuan. Beberapa jam. Oleh karena itu saya putuskan untuk ikut CCNA
yang ditawarkan di Inixindo. Karena alasan, saat itu saya buta sama
sekali tentang network. Bahkan kabel, alat network saja saya nggak
tahu.

Saat mendaftar, memang harganya Rp 7.450.000,-. Kemudian saat itu
Inixindo masih di Wisma Slipi, saya datang dan registrasi langsung
sama salesnya.

Kemudian salesnya bertanya, personal yah !
Saya bilang iyah ! Dan saya masih pengangguran ! Jadi Orang tua yang
membiayai.

Kemudian saya dikasih harga Rp 6.500.000,- plus bunos voucher exam.
Jadi nggak usah beli lagi US$ 150. Yang 7.450 juga bonus exam.
Namun pada saat itu yang ikut kursus seangkatan saya, dibiayai
perusahaan 7.450 tapi nggak dapet voucher exam karena dilarang oleh
perusahaannya. Jadinya dia marah-marah, malah saya yang 6.5
kecipratan. Mungkin saya lebih murah dan dapet voucher lagi !

Soal training di Inixindo yah biasa saja !
Kekurangannya saat Internetwoking Concept menggunakan buku buatan
mereka sendiri tahun 2002. Tapi ngak apa-apa.
Trus kalo soal ICND adalah langsung dari Cisco-nya sendiri, jadi kami
dapet 3 buku, sekaligus latihan bikin VLAN, Routing, Access-List, dan
WAN.Tapi waktu coba WAN tidak berhasil di implementasikan, karena no
telp ada masalah. Tapi soal konfigurasi dan implementasi sangat bagus
sekali.
Trus di materi Pre-Exam adalah materi yang sama persis dng TestKing.
Jadi sama saja. Cuman legalitas saja.
Namun pada akhir kursus, kami diberikan Testking V.67, kemudian Cisco
TFTP, Boson Cisco Router EXAM Practice V. 5-27 beserta cracknya.
Boson Cisco Router EXAM ini, lengkap sekali dari CCNA, 601-607. Sampai
CIT MPLS (640-901)mungkin untuk CCNP.

Hari terakhir kursus, saya diberikan sertifikat Completion. ICND dari
Cisco, dan Inter-Concept dari Inixindo, sekaligus Voucher Exam.
Sertifikat ICDN dari Cisco yang cuman Completion saja, cukup lumayan
sedikit mendongkrak saya dalam beberapa wawancara kerja.
Dan saya bilang nanti transkrip nalai dari Cisco, akan menyusul.

Kemarin begitu selesai Test soal ke 55. Tekan Next langsung keluar
hasil, serta di print nilai transkip saya. Namun untuk sertifikatnya
menunggu 4-8 minggu.Jadi untuk cari kerja pakek transkip nilai dulu.

Persiapan yang saya lakukan kurang lebih sekitar 2 bulan, setelah
ambil kursus di Inixindo. Yaitu baca buku CCNA Study Guide dari Todd
Lamle(Gramedia-terjemahan Rp 189.800,-). Kemudian dari ICDN CIsco 3
buku dapet dari Inixindo. Dan Test King serta 3 exam simulasi CCNA
640-801. Dari Boson Test yang telah saya sebutkan di atas. Dimana exam
pertama ada 400 soal, exam kedua 400 soal. Dan terakhir 900 soal.
Dan cukup berat sampai saya tidak tidur 48 jam. Ke dokter di kasih
Valium. Tapi cukup worthed ! nggak sia-sia lah !

Soal teknologi adalah soal tentang Spanning Tree( the lowest -
kebalikan dari OSPF - the highest). Trus ada soal yg sama persis dari
Boson. Kalo nggak salah soal Host A pengen komunikasi dng Host B,
melalui router, switch dan lain-lain. Host A hanya memiliki MAC
address Switch atau router yang terkoneksi langsung dengan dia, namun
memiliki IP Host B. Sehingga di Router atau di Switch memproses MAC
address Switch, merubah MAC address jadi MAC address Router. Karena
Switch tidak tahu apa yang dinamakan IP itu sebenarnya apa ?

Masalah WAN apa yang harus dilakukan. 1. Establish, 2 authen, 3.
Conection. Masalah copy ke TFTP. Aturannya : 1. Cek reachability by
Ping, 2. Cek disk space di FTFP Server, 3. Penamaan File name
nomenclature (bukan server mampu tidak menjalankan file .bin), 4.
Haruskah ada file exist di Server(untuk Unix- saya juga tidak tahu
maksudnya apa? tapi saya hafalkan).

Masalah Trouble-shotting saya dapet 54 %. Ada soal yang lucu !
Dikasih sh vlan. domain namenya beda, kemudian modenya sama server.
Trus mereka tdp dapet komunikasi. Saya bingung Lebih baik mana pilih
VTP domain beda, atau VTP modenya sama server. Namun saya pikir-pikir
lagi, banyak test book yang sering menyebutkan harus di domain name
sama. Jadi saya pilih domain name. Tapi saya agak ragu. Soalnya di
ICDN mengatakan 2 switch komunikasi harus salah satu jadi Server.

Saya pikir sampek matang-matang soal ini, sampai 5 menit. Saya bingung
setengah mati soalnya satu pilihan. Trus tentang ip nat, tanya ip
local outside. Saya pilih ip yg ip nat pool "begin" "ending" netmask
"subnet". Jadi saya pilih begining ip. Karena di Boson, juga pilih
begining bukan ending, mungkin karena alasan dinamic jadi pertama yg
diassign. Saya juga nggak tahu jadi saya nurut saja.

Soal frame-relay di Testking mempermasalahkan timer-timer. Di sini
letak kesalahan terbesar saya ! saya baru menyadari. Ternyata kalo
line protocol is up (layer 2- nothing wrong with timer,encap, dll).
Mungkin jawaban yg benar adalah loopback not assign, dan di soal ISDN,
spid is not valid. Soal LCP is OPEN berarti jalan. LCP is CLOSED
berarti masalah.

trus koneksi ip add serial point-to-point harus dalam 1 subnet. hampir
saja saya pilih masalah subnet. Tentu subnet nggak masalah /30 sama.
Namun yang saya pilih ip add karena ip beda subnet. Bukan subnetnya yg
salah. .5 yang lain .9/30. Tentu nggak bisa komunicate.

Pokoknya hampir sama di TestKing dan Boson. Jadi coba dimengerti saja
maksudnya. Kalo nggak dimengerti lebih baik dihafalkan.
KOnfigurasi, saya dapet mudah banget, assign ip add ke interface.
Waktu dulu guru saya dapet access-list dan named access-list.
Berdoa aja jangan sampek dapet ip nat, atau isdn, apalagi VLAN.

VLAN syntax berbeda dari 1900 dng 2950. Vlan database v.s. vlan [num].
vlan-membership static [num] vs vlan [num] name [string]. dan banyak
lagi.

Terus terang topologi di CCNA kemarin hampir sama persis di soal-soal
Test-King dan Boson. Entah mereka dapet dari mana, gambarnya !

Dan terus terang, seperti kata guru saya di Inixindo. Kursus belum
tentu menjamin 100% pass. Mungkin lebih kearah pengalaman yg kita
dapatkan konfigurasi langsung router, switch, vlan, dll.

Oh Iyah, simpang siur, bikin bingung.
BRI 2B+1D. 144 Kbps(menurut testking) - 192 (menurut boson).
D = bisa 1 - 64. jadi mungkin bisa 16, mungkin bisa 64.
PRI T1. ada yg bilan 23B+1D. ada yg bilang 24B+1D. E1 30B+1D, ada juga
32B+1D.

Untuk cari cd Boson mungkin di Mall Mangga dua. Pusat komputer.
Kalo testking, mungkin ada juga.

Terus terang saya tidak bisa upload boson, atau testking karena agak
berat sekitar 15 MB. saya upload, kemudian operation time out by Yahoo.
Maklum koneksi saya dial-up. Jadi nggak bisa.

Terima kasih atas perhatiannya.

Tidak ada komentar: